Iklan

Isnin, Julai 18, 2011

Akademi


Saya percaya tanggungjawab saya dan teman-teman tak hanya terhad kepada jadi pemerhati dan pembicara di ruang Facebook dan Twitter. Bahkan, jauh lebih mendesak. Maka dari situ, tercetuslah Akademi Pak Sako.
Jujurnya, Akademi Pak Sako -- yang dibahas bersama saudara Zulfadzli ketika minum teh di Yaohan beberapa bulan lalu -- perlu terus dimanfaat dan diupayakan semaksimanya. Kekangan dana wajar diatasi dengan hemah.
Syukur, siri pertama yang tamat siang tadi cukup melegakan. Tak kurang 15 orang kini bergelar alumni Akademi Pak Sako.
Saya harap pengisian yang direncana (meski ada beberapa cela) bisa jadi bekalan dan motivasi buat mereka untuk terus giat menulis dan menyebar benih pencerahan.
Terima kaseh buat semua yang beri dukungan dan saranan. Tuhan jua yang mampu membalas semuanya.